“Jalani Kehidupan Walau Mata Cacat”

26 Mei 2011 at 4:19 pm (Dunia Menulis)

Mata diciptakan Tuhan untuk manusia supaya manusia bisa melihat apa yang Tuhan ciptakan. Lewat mata kita bisa melihat aura kecantikan, kejujuran, dan keindahan diri pada seseorang.
Tapi buatku mata yang aku punya ini pernah menjadi sesuatu hal yang paling menyakitkan dalam hidupku. Aku dilahirkan dengan kekurangan fisik pada mata. Mataku juling, bola mata kananku lurus tapi bola mata kiriku tidak. Dengan kata lain mataku yang berfungsi cuma sebelah, mata yang satunya lagi hanya sebagai pelengkap.
Waktu kecil aku tidak memperdulikan kekuranganku ini, mungkin karena aku masih kecil , belum mengerti apa-apa dan selalu menganggap bahwa mataku normal. Aku mulai merasakan kalau aku punya mata cacat dan menganggap karena hal itu diriku menjadi jelek dan merasa punya kekurangan ketika aku mulai beranjak remaja. Orang yang melihatku seperti melihat atau menganggap aku orang yang aneh, terus kadang ada orang yang selalu mencemoohku dan mengolok-olok mataku yang juling ini, bahkan ada beberapa orang yang tidak mau berteman denganku. Sungguh sedih dan menyakitkan.
Aku juga harus selalu menjelaskan terlebih dahulu kepada orang yang baru mengenalku kalau pada saat ngobrol denganku supaya memperhatikan mataku yang lurus, dan tidak memperdulikan mataku yang kiri.
Aku juga sempat tidak ingin bergaul/berteman dengan siapapun karena aku malu dengan kekurangan ini. Tapi untungnya orang tua dan keluargaku selalu memberikan support dan membantuku agar aku mau bergaul lagi.
Selain itu berbagai cara ditempuh supaya mataku terlihat normal. Aku sempat memutuskan untuk mengoperasi mataku. Waktu itu aku kelas 3 SMP. Tapi operasi itu batal dilakukan karena tidak ada donor matanya dan walaupun mesti dioperasi tapi pemulihannya memerlukan waktu yang lama sementara saat itu aku mau melaksanakan ujian akhir. Akhirnya aku tidak jadi dioperasi, sebagai pengganti untuk menutupi mataku ini, aku memakai kacamata.
Oh ya, iseng-iseng aku juga mencoba berlatih sendiri supaya mataku terlihat normal/lurus. Aku lakukan dengan cara menutup mata kananku (mata yang normal) dan meletakkan sebuah benda/telunjuk tepat di depan mataku (ditengah-tengah mata kanan dan mata kiri) dengan jarak ± 0,3 meter. Alhamdulillah usaha ini sedikit membuahkan hasil. Bola mata kiriku bisa lurus walau tidak terlalu lama (Cuma kuat ± 2 menit) karena kalau terlalu lama justru mata kiriku jadi sakit. Sekarang cara ini selalu aku pakai jika aku akan difoto, dimana aku menganggap kamera sebagai objek yang jadi bahan latihanku, jadinya di foto mataku terlihat normal.
Tapi itu dulu, sekarang setelah aku dewasa dan mulai mengenal hidup yang sesungguhnya, ak mulai menerima, bersyukur, dan bangga terhadap kekurangan mataku ini.
Walau mataku cacat, aku dapat mengoperasikan computer dengan baik, pekerjaanku pun sekarang selalu menggunakan computer. Bahkan ada beberapa rekan kerjaku yang ingin belajar computer dariku. Selain itu, walau mataku cacat, aku masih bisa melakukan hobiku yaitu membaca. Dan aku tidak peduli lagi dengan omongan-omongan fisikku. Hidup aku harus terus berjalan walau mataku cacat.
Memang benar semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Aku punya kekurangan fisik pada mata tapi aku juga punya kelebihan. Banyak orang cacat tapi mereka masih bisa sukses dan berkarya. Tuhan masih sayang aku dan kita semua. Ada jalan yang lebih baik yang Tuhan kasih untuk kita khususnya orang-orang yang punya kekurangan fisik. Yang jelas cacat fisik bukan penghalang kita buat sukses dan berkarya.

By Noeloen.

Keterangan :  Cerita ini pernah menjadi Juara III Lomba Menulis “Matamu Ceritamu” TabloidWanita Indonesia-Biovision Tahun 2005.  Dan pernah diterbitkan di Tabloid Wanita Indonesia Bulan Mei Tahun 2005.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: