Tawuran Pelajar

2 Mei 2011 at 8:59 am (Pendidikan)

Sering banget aku baca berita, nonton tivi bahkan ngelihat langsung yang namanya tawuran pelajar. Banyak pelajar yang sering bawa senjata tajam kalau lagi tawuran. Bukan cuma anak SMA, SMK, atau Anak Kuliahan. Anak SMP pun sekarang sering tawuran.

Entah sudah berapa kasus yang terjadi di sekolah tempat aku bekerja yang terkait dengan kasus tawuran padahal mereka masih SMP masih bau kencur. Faktor penyebabnya pun macam2, karena faktor sakit hati, karena ada yang kesenggol mtor dan g minta maaf dan hal-hal sepele lain yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Di kotaku pun ujung-ujungnya sampai ada bahasa seperti ini :

“Kalau mau sekolah bener n pinter…. berarti kamu daftar n sekolahlah di SMA anu… sementara kalau kamu mau jadi jagoan… berarti daftar n sekolahlah di SMK anu…. dan memang betul itu terjadi. Rata-rata muridku yang mendaftarkan ke SMK anu… ujung2nya krjaannya nongkrong n sring banget terlihat ikut tawuran… semntara murid2ku yang mendaftar ke SMA anu… mreka bnyak yang brprestasi dan membanggakan almamater. Tidak inginkah “jagoan2” itu sperti mereka??

Hmmm…. sebenarnya apa untungnya seh tawuran? mau jadi jagoan??? apa untuk prestise sekolah? semakin menang kalau tawuran, semakin bangga masuk sekolah itu atau semakin banyak yang jadi jagoan, semakin banyak pula orang-orang hebat di sekolah. G mikir apa, banyak yang jadi korban kalau tawuran pelajar itu terjadi. Entah itu banyak fasilitas umum yang rusak, yang ikut tawuran juga jadi korban bahkan yang gak ikut tawuran pun ikutan-ikutan jadi korban.

Ada dua faktor penyebab terjadinya tawuran antar pelajar yaitu faktor internal dalam hal ini perilaku anaknya yang gampang terpengaruh oleh lingkungan n pengaruh luar dan faktor eksternal dalam hal ini sekolah (lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa halaman bermain yang cukup luas, tanpa ruangan olah raga, minimnya fasilitas ruang belajar, jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, ventilasi dan sanitasi yang buruk dan lain sebagainya) dan keluarga (baik buruknya rumah tangga atau berantakan dan tidaknya sebuah rumah tangga, perlindungan lebih yang diberikan orang tua)

Trus kenapa seh sekolah yang sring banget anaknya melakukan tawuran tidak pernah mendapat teguran dari dinas pendidikan setempat. Kenapa dinas pendidikan diam saja tanpa memberi sanksi??

Seandainya tawuran tak bisa dihentikan, mau jadi apa generasi kita nanti? mungkin akan lebih banyak preman, jagoan dan orang2 kriminal daripada kaum inteleknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: